Bulian (Eusideroxylon zwagerii T.et B)
merupakan salah satu komoditas hutan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat
Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan. Penduduk di daerah ini menyebutnya
bulian, ulin, talin atau unglen. Tumbuhan ini tumbuh di habitatnya yang berupa
hutan-hutan dataran rendah hingga mencapai ketinggian 400 m di atas permukaan
laut, pada tanah-tanah yang mudah meresap air.
Kayu bulian dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, perumahan,
perlengkapan rumah tangga maupun sebagai bahan baku bebarapa jenis souvenir di
kawasan Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan juga ke daerah-daerah di Indonesia
bahkan sampai ke mancanegara. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada daerah rawa, yang
menyebabkan kayu ini memiliki kualitas kelas kuat I dan kelas awet I sehingga
dikenal sebagai kayu besi (iron wood)
(Masano, 1984). Eusiderin yang diisolasi dari batang kayu bulian sendiri
dapat berpotensi sebagai bahan Biofungisida.
Proses reaksi claisen menghasilkan senyawa
4-hydroxy-3,5-dimethoksi Gugus aril (5) dan 3,4-dihidroksi-5-kelompok metoksi
aril (9) pada skema diatas. senyawa Pyrogallol dapat dikonversi menjadi trimetil
pirrogallol (2). Senyawa (2) direaksikan dengan ZnCl2 Dan
asam propionat menghasilkan senyawa 2,6-dimetoksi fenol (3) sebesar
81%. Hasil dari senyawa (4)tergolong dalam jumlah yang rendah, sehingga
senyawaa (3) direaksikan dengan alil bromida, pada reaksi penyusunan kembali
Claisen dalam tabung tertutup untuk menghasilkan senyawa (5) sebesar
> 99% Senyawa (5)direaksikan dengan PdCl2 dalam
metanol agar mampu mengahasilkan produk Senyawa (6) sebesar 88%.
Sintesis unit lain (10) juga dimulai dari
pyrogallol, Yang secara selektif dilindungi oleh (CH3)2SO4 dilakukan
dibawah perlindungan oleh senyawa boraks untuk menghasilkan senyawa (7). Kemudian
senyawa (7) diubah menjadi senyawa (8), (9) dan (10) dihasilkan
dengan prosedur yang serupa dengan yang digunakan untuk (5)
Senyawa (6) dan (9) diubah menjadi Eusiderin
K dengan oksida perak sebagai zat pengoksidasi. Lalu Eusiderin K dilindungi
oleh metil iodida dalam kondisi dasar untuk mampu mengubah menjadi posisi
isomer Trans Eusiderin J.
