Senin, 07 November 2016

KIMIA ORGANIK FISIK 


Mempelajari kimia organik fisik pada hakekatnya adalah mengkaji aspek fisik dari suatu senyawa organik. Dengan mengetahui secara baik aspek fisik suatu molekul organik maka dapat dirancang suatu sintesa molekul target tertentu dengan pendekatan diskoneksi terutama mensintesis suatu senyawa yang bermanfaat khususnya untuk obat-obatan yang secara alami kadarnya sangat rendah dalam makhluk hidup. Dalam perancangan suatu sintetik mutlak memahami reaktivitas starting material, jenis dan mekanisme reaksinya serta kemungkinan reksi samping yang terjadi dan bagaimana agar suatu reaksi bersifat kemoselektif.
Dalam kimia organik fisik terdapat beberapa hal yang dikaji yaitu : 
  1. Keelektronegatifan 
  2. Ikatan Hidrogen 
  3. Gaya van Der Waals
  4. Polarizabilitas
  5. Gugus Fungsi 
  6. Efek Induksi 
  7. Efek Resonansi 
  8. Hiperkonjugasi 
  9. Tautomeri 
  10. Regangan Ruang

1. Keelektronegatifan 

Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom untuk bermuatan negatif atau untuk menangkap elektron dari atom lain. Besarnya keelektronegatifan dapat diukur dengan menggunakan skala Pauling. Harga skala Pauling berkisar antara 0,7 – 4,0.
Skala Pauling adalah skala yang dikenalkan pertama sekali tahun 1932, dan merupakan skala yang paling sering digunakan dalam pengukuran elektronegativitas suatu unsur.  Fluor (unsur yang paling elektronegatif) diberikan skala Pauling dengan harga 4.0, dan harganya menurun sampai cesium dan fransium yang setidaknya hanya memiliki elektronegatifitas pada skala 0.7 

5 komentar:

  1. Artikel yg bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas informasinya

    BalasHapus
  3. terima kasih atas informasinya, adakah hubungan antara keelektronegatifan dan kepolaran ? tolong dijelaskan, terima kasih

    BalasHapus
  4. Terima kasih materinya sangat bermanfaat

    BalasHapus