POLARISABILITAS
Polarisabilitas memungkinkan kita untuk lebih memahami
interaksi antara atom nonpolar dan molekul dan spesies bermuatan listrik
lainnya, seperti ion atau molekul polar dengan momen dipol.

Secara umum, polarisabilitas berkorelasi dengan interaksi
antara elektron dan inti. Jumlah elektron dalam molekul mempengaruhi bagaimana
ketat muatan nuklir dapat mengontrol distribusi muatan keseluruhan. Atom dengan
elektron yang sedikit akan lebih kecil, awan elektron padat, karena ada
interaksi yang kuat antara beberapa elektron dalam orbital atom dan inti
bermuatan positif. Dengan elektron yang lebih rapat (molekul kecil), atom-atom
ini biasanya tidak mudah terpolarisasi oleh medan listrik eksternal.
Sebaliknya, atom besar dengan banyak elektron, seperti ion negatif dengan
kelebihan elektron, yang mudah terpolarisasi, atom-atom ini biasanya memiliki awan
elektron sangat menyebar dan jari-jari atom besar yang membatasi interaksi
elektron eksternal dan inti.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Polarisabilitas
Hubungan antara polarisabilitas dan faktor kerapatan
elektron, jari-jari atom, dan orientasi molekul adalah sebagai berikut.
- Semakin besar jumlah elektron, distribusi muatan
kurang terkontrol, dan dengan demikian polarisabilitas meningkat.
- Semakin besar jarak elektron dari muatan inti,
distribusi muatan kurang terkontrol, dan dengan demikian polarisabilitas
meningkat.
- Kekuatan gaya tarik London
sebanding dengan polarisabilitas molekul. Polarisabilitas menunjukkan
kemudahan terganggunya distribusi elektron dalam molekul. Pada umumnya,
makin besar massa molar (M ) molekul yang berarti jumlah elektron makin
banyak, polarisabilitas makin tinggi (distribusi elektron semakin mudah
terganggu) sehingga gaya London makin kuat.
Pengaruh Polarisabilitas Terhadap gaya
Dispersi
Gaya dispersi adalah gaya antar molekul yang paling
lemah. Ini adalah kekuatan yang menarik yang muncul dari sekitar momen dipol
sementara molekul nonpolar atau spesies. Momen dipol temporer yang timbul
ketika ada penyimpangan sesaat di awan elektron dari spesies nonpolar. Molekul
sekitarnya dipengaruhi oleh momen dipol sementara dan semacam hasil reaksi
berantai di mana yang lemah, dipol-diinduksi. Gaya dispersi adalah kekuatan
yang membuat zat nonpolar mengembun ke cairan dan membeku menjadi padat saat
suhu cukup rendah.
Gaya london (dispersi)
–> Adalah gaya tarik menarik antarmolekul dalam zat nonpolar
–> Dalam gaya London, terjadi 2 peristiwa:
A. Dipol sesaat = terjadi karena adanya perpindahan elektron yang menyebabkan molekul nonpolar menjadi polar sesaat (sementara).
B. Dipol terimbas = terjadi karena dipol sesaat yang mengimbas molekul di sekitarnya, sehingga terjadi gaya tarik antarmolekul yang lemah.
–> Kemudahan molekul untuk membentuk dipol sesaat atau mengimbas disebut polarisabilitas, dengan aturan:
*Mr senyawa tinggi = suhu tinggi = polarisabilitas tinggi
*Rantai senyawa panjang dan lurus = polarisabilitas tinggi
Referensi
Chang, Raymond. "Chapter 13: Intermolecular Forces/
Ion-Induced Dipole and Dipole-Induced Dipole Interactions/ Dispersion, or
London, Interactions." Physical Chemistry for the Biosciences.
Sansalito, CA: University Science, 2005. 495-98.
Petrucci, Ralph H., et al. General Chemistry: Principles
and Modern Applications.Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall, 2007.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih, materinya dapat dijadikan referensi
BalasHapusterimakasih kembali, silahkan diberi pertanyaan bila ada yang ingin di tanyakan
BalasHapusterimakasih atas uraiannya, sangat bermanfaat :)
BalasHapusSangat bermanfaat. Gan.
BalasHapusTerimakasih atas pemaparannya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih atas sharing ilmunya saudara Imam. Saya ingin bertanya, apakah ada hubungan antara polarisabilitas dengan polarisasi? mohon penjelasannya. terima kasih:)
BalasHapusTerima kasih atas materinya, sangat bermanfaat
BalasHapus