Rabu, 10 Mei 2017

sintesis senyawa eusiderin J dan K

Bulian (Eusideroxylon zwagerii T.et B) merupakan salah satu komoditas hutan yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Jambi, Sumatera Selatan dan Kalimantan. Penduduk di daerah ini menyebutnya bulian, ulin, talin atau unglen. Tumbuhan ini tumbuh di habitatnya yang berupa hutan-hutan dataran rendah hingga mencapai ketinggian 400 m di atas permukaan laut, pada tanah-tanah yang mudah meresap air.  Kayu bulian dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, perumahan, perlengkapan rumah tangga maupun sebagai bahan baku bebarapa jenis souvenir di kawasan Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan juga ke daerah-daerah di Indonesia bahkan sampai ke mancanegara. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada daerah rawa, yang menyebabkan kayu ini memiliki kualitas kelas kuat I dan kelas awet I sehingga dikenal sebagai kayu besi (iron wood)  (Masano, 1984).  Eusiderin yang diisolasi dari batang kayu bulian sendiri dapat berpotensi sebagai bahan Biofungisida.


  Eusiderin J dan Eusiderin K disintesis dengan material start adalah pyrogallol, pada prosesnya terdapat kesulitan dalam mensintesis komponen C6-C3 sehingga digunakanlah proses penyusunan kembali reaksi Claisen. Seiring dengan semakin berkembangnya penelitian dibidang sintesis, Eusiderin J dan Eusiderin K dapat diisolasi dari tanaman Licaria chrysoppyla karna banyak mengandung 1,4-benzodioxane.


Proses reaksi claisen menghasilkan senyawa 4-hydroxy-3,5-dimethoksi Gugus aril (5) dan 3,4-dihidroksi-5-kelompok metoksi aril (9) pada skema diatas. senyawa Pyrogallol dapat dikonversi menjadi trimetil pirrogallol (2). Senyawa (2) direaksikan dengan ZnCl2 Dan asam propionat menghasilkan senyawa  2,6-dimetoksi fenol (3) sebesar 81%. Hasil dari senyawa (4)tergolong dalam jumlah yang rendah, sehingga senyawaa (3) direaksikan dengan alil bromida, pada reaksi penyusunan kembali Claisen dalam tabung tertutup untuk menghasilkan senyawa (5) sebesar > 99% Senyawa (5)direaksikan  dengan PdCl2 dalam metanol agar mampu mengahasilkan produk Senyawa (6) sebesar 88%.
Sintesis unit lain (10) juga dimulai dari pyrogallol, Yang secara selektif dilindungi oleh (CH3)2SO4 dilakukan dibawah perlindungan  oleh senyawa boraks untuk menghasilkan senyawa (7). Kemudian senyawa (7) diubah menjadi senyawa (8), (9) dan (10) dihasilkan dengan prosedur yang serupa dengan yang digunakan untuk (5)

Senyawa (6) dan (9) diubah menjadi Eusiderin K dengan oksida perak sebagai zat pengoksidasi. Lalu Eusiderin K dilindungi oleh metil iodida dalam kondisi dasar untuk mampu mengubah menjadi posisi isomer Trans Eusiderin J. 

39 komentar:

  1. dimana letak perbedaan eusiderin J dan eusiderin K ini? dan reaksi apa yang mempengaruhi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya yang membedakannya terletak pada pada gugus metoksi dan hidroksinya

      Hapus
    2. adapun reaksi yang mempengerahu pembentukan senyawa eusiderin J & K adalah reaksi claisen,

      Hapus
  2. Halo Aimim, mau tanya dong perbedaan kedua jenis senyawa eusiderin ini mempengaruhi aktivitas nya gak? mohon dijawab ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas lerry, keduanya memiliki aktivitas yang berbeda dikarebakan kedua gugus fungki eusiderin ini memiliki gugus metoksi dan hidroksi yang berbeda

      Hapus
  3. Apa manfaat dari senyawa eusiderin k dan j?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eusiderin yang diisolasi dari batang kayu bulian sendiri dapat berpotensi sebagai bahan Biofungisida.

      Hapus
  4. tolong jelaskan mengenai reaksi penataan ulang claisen

    BalasHapus
    Balasan
    1. reaksi claisen pada sintesis ini, dimana yang terjadi yaitu claisen reanginement. hal tersebut merupakan terjadi perpindahan gugus alil ke posisi para.

      Hapus
  5. dimana letak kesulitan dalam mensintesis C6-C3 sehingga menggunakan proses penyusunan kemabali atau reaksi claisen? sekaligus dari paparan mekanisme diatasa yang mana reaksi claisen ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin saya akan mengirimkan email yang berisi paparan penjelasan tentang materi ini beserta gambar dari mekanismenya mas, karena bila di blog seperti ini tidak bisa, apakah mas bisa mengirimkan email mas ?

      Hapus
  6. Apakah ada aplikasi dari eusiderin selain dalam bidang medis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampai sejauh inihanya pada bidang medis lah para peneliti memfokuskan penelitiannya terhadap senyawa ini

      Hapus
  7. apa perbedaan eusiderin k dan j ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbedaan senyawa eusiderin k dan j ini dapat dilihat dari cincin benzen no 4 yang mana pada eusiderin k merupakan OH sedangkan eusiderin J merupakan Ome.Mungkin untuk perbedaan sifatnya dapat berpengaruh karena adanya perbedaan gugus tersebut.

      Hapus
  8. Apakah ada kemungkinan reaksi sintesis yang tidak berhasil dalam pembuatan senyawa eusiderin tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemungkinan tsb bisa saja terjadi bila terdapat kesalahn dalam langkah-langkah melakukan sintesisnya

      Hapus
  9. apa perbedaan dari sintesis eusiderin J dan K?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbedaan senyawa eusiderin k dan j ini dapat dilihat dari cincin benzen no 4 yang mana pada eusiderin k merupakan OH sedangkan eusiderin J merupakan Ome.Mungkin untuk perbedaan sifatnya dapat berpengaruh karena adanya perbedaan gugus tersebut.

      Hapus
  10. Apakah perbedaan antara eusiderin J dan K selain dari segi struktur serta bagaimana kegunaannya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perbedaan senyawa eusiderin k dan j ini dapat dilihat dari cincin benzen no 4 yang mana pada eusiderin k merupakan OH sedangkan eusiderin J merupakan Ome.Mungkin untuk perbedaan sifatnya dapat berpengaruh karena adanya perbedaan gugus tersebut. Eusiderin yang diisolasi dari batang kayu bulian sendiri dapat berpotensi sebagai bahan Biofungisida.

      Hapus
  11. apa prekursor senyawa eusiderin k ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eusiderin J dan Eusiderin K disintesis dengan material start adalah pyrogallol. ataupun senyawa C6-C3

      Hapus
  12. apakah eusiderin dapat diproduksi secara besar-besaran?

    BalasHapus
  13. Sebenarnya struktur pirogallol itu seperti apa yang menjadi kerangka dasar eusiderin ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. struktur dari pirogallol ini adalah gugus benzene yang memiliki 3 gugus OH

      Hapus
  14. Mohon jelaskan tahapan reaksi iii !

    BalasHapus
  15. mohon jelaskan tahapan reaksi 6

    BalasHapus
  16. apa prekursor yang digunakan dalam sintesis eusiderin J dan K ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eusiderin J dan Eusiderin K disintesis dengan material start adalah pyrogallol. ataupun senyawa C6-C3

      Hapus
  17. mana yang lebih baik, apakah eusiderin J atau eusiderin K?

    BalasHapus
    Balasan
    1. keduanya memiliki fungsi yang berbeda-beda dan keunggulan masing-masing mbak

      Hapus
  18. Dalam mensintesis eusiderin ini apakah perlu mempertimbangkan ketersediaan material awalnya?

    BalasHapus
  19. Dalam mensintesis eusiderin ini apakah perlu mempertimbangkan ketersediaan material awalnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, apakah senyawa tsb terdapat didalam labor ataukuah dapat kita temukan dalam bahan alam yang mudah untuk di temukan

      Hapus
  20. mengapa tahap 5-6 berubah posisi ke para ?

    BalasHapus
  21. apakah ada tanaman lain yang memiliki kandungan senyawa eusiderin ? dan adakah jalan sintesis paling mudah untuk mensintesis senyawa ini ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. inilah keunggulan dan keunikan dari tanaman bulian ini senditi mbak nike, bahwasannya senyawa ini hanya ada secara alamai di tanaman bulian ini mbak, maka dari itu senyawa ini di sintesis agar dapat diperbanyak mbak

      Hapus